Beranda > Nabi/Rosul 2 > Ilyas – Senantiasa Berdzikir pada Allah

Ilyas – Senantiasa Berdzikir pada Allah

Ilyas – Senantiasa Berdzikir pada Allah
Nabi Ilyas adalah keturunan ke 4 Nabi Harun. Ia diutus ALLah kepada kaumnya yang menyembah berhala bernama Ba’al. Ilyas berulang kali memperingatkan kaumnyanamun mereka tetap durhaka, karena itulah ALLah menurunkan musibah kekeringan bertahun-tahun sehingga mereka sadar bahwa nabi Ilyas adalah benar.

Setelah kaumnya sadar, Nabi Ilyas berdoa kepada Allah agar musibah kekeringan itu dihentikan. Namun setelah musibah itu berhentidan perekonomian mereka pulih kembali, mereka kembali durhaka kepada Allah. Akhirnya kaum nabi ilyas kembali ditimpa musibah yang lebih dahsyat dari sebelumnya yaitu gempa bumi yang besar sehingga mereka mati bergelimpangan.

Dalam Al Quran Surat Ash Shaffat : 123 -132
123. Dan sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul
124. (ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu tidak bertakwa?
125. Patutkah kamu menyembah Ba’l[1286] dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta,
126. (yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?”
127. Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka),
128. kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa).
129. Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
130. (yaitu): “Kesejahteraan dilimpahkan atas Ilyas?”
131. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
132. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Nabi Ilyas dalam Al-Quran bernama Ilya dalam Taurat, dan di Injil bernama Elia

Ketika sedang berehat datanglah malaikat kepada Nabi Ilyas A.S. Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Ilyas menjadi sedih dan menangis. Mengapa engkau bersedih?. tanya malaikat maut. .Tidak tahulah.. Jawab Ilyas. Apakah engkau bersedih kerana akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut?. tanya malaikat.. Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali kerana aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berxikir memuji Allah. jawab Ilyas.

Saat itu Allah lantas menurunkan wahyu kepada malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas ingin terus hdup semata-mata kerana ingin berzikir kepada Allah. Maka berzikirlah Nabi Ilyas sepanjang hidupnya. Biarlah dia hidup di taman untuk berbisik dan mengadu serta berzikir kepada-Ku sampai akhir nanti.. Kata Allah.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: