Beranda > Informasi Umum > Kontroversi terpilihnya gadis 7 tahun ratu karnaval Brazil 2010

Kontroversi terpilihnya gadis 7 tahun ratu karnaval Brazil 2010

RSSTerpilihnya Julia Lira sebagai ratu karnaval di Rio de Janerio, Brazil, jadi sorotan. Kalangan pecinta anak tak rela bocah 7 tahun itu tampil. Sebab, ratu karnaval identik dengan keglamoran dan erotisme. Mereka menyeret kasus itu ke ranah hukum.

GEMURUH tepuk tangan terdengan riuh membahana ketika ratusan orang menonton latihan tari Julia Lira. Belia dari sekolah samba Viradouro itu dengan penuh percaya diri menggerakkan tubuhnya. Menampilkan tarian khas Brazil. Tak tampak kegelisahan sedikitpun di raut muka gadis yang gemar berdansa dan menyanyi ala Beyzonce itu.
Penampilan Lira yang memukau membuatnya terpilih menjadi calon ratu dansa dalam parde tahunan di Rio de Janerio. Namun, kelihaian Lira untuk unjuk kebolehan terganjal. Gadis berambut panjang dan pirang itu dianggap terlalu muda untuk memegang peran ratu karnaval yang kerap berpakaian minim.

“Kami tak menentang anak-anak berpartisipasi dalam karnaval. Itu adalah bagian dari budaya Brazil. Hal yang tak kami izinkan adalah menempatkan gadis tujuh tahun memegang peran erotis yang biasanya dipegang oleh perempuan dewasa,” Carlos Nicodemus, direktur Komisi Perlindungan anak, sumber The Guardian.

Pantas saja Nicodemus menentang keikutsertaan Lira dalam budaya tahunan Brazil itu. Pasalnya, peran ratu karnaval biasanya dipegang oleh wanita dewasa. Biasanya yang terpilih adalah kalangan model, penari erotis, dan bintang opera sabun. Usia Lira yang masih terlalu dini dinilai tak pantas untu memerankan aksi ratu dansa yang lekat dengan keglamoran, seksi dan erotisme. Karena itulah Nicodemus mengajukan kasus ini ke pengadilan di Rio de Janerio.

Tekanan terus dilancarkan Komisi Perlindungan Anak. “Kami di sisni berada di tengah-tengah kampanye untuk memerangi pelecehan seksual dan ekpsloitasi anak-anak. Saya harap dia (Lira) tak dizinan untuk mengikuti parade,” harap Nicodemus seperti dikutip The Christian Science Monitor.

Kedua orang tua Lira menyesalkan tindakan Nicodemus. Dengan tegas sang ayah yang juga pemimpin sekolah Virdouro mengatakan tak ada yang salah dengan terpilihnya Lira. Menurutnya justru dengan dilarangnya Lira tampil minggu depan akan berdampak pada masa depan parade di masa mendatang.

Ibu Lira, Marco Lira mengatakan bahwa hakim pengadilan, Ivone Ferreira, meminta segala informasi terkait rencana penampilan Lira. Mulai dari apa yang akan diperankan sang anak, aksi apa saja yang akan ditampilkan. Juga jadwal penampilan dari sekolah Viradouro. Bahkan, hingga informasi mengenai kostum yang akan dikenakan gadis bertinggi badan 1,2 meter itu.pengadilan keluarga Rio mengungkapkan beberapa hal yang harus dilakukan jika seandainya Lira diizinkan tampil. Alves tak memperbolehkn Lira mengenakan bikini atau pakaian Tradisional ratu samba lainnya. “ Ibu dan ayah (Lira) harus hadir saat proses karnaval berlangsung. Anak ini tak boleh diekspose hingga beberapa waktu mendekati karnaval,” papar Alves.

Marco menegaskan sang anak akan mengenakan pakaian yang pantas dan sesuai usianya pada parade mendatang. Kedua orang tua Lira juga menegaskan Lira tak pernah dipaksa untuk menjadi ratu dansa.

“Julia disana atas keinginannya sendiri. Dia tak ditekan untuk melakukan apapun dan selama proses berlangsung dia akan ditemani kedua orang tuanya,” papar Edson Pereira pemimpin sekolah sekaligus perancang kostum untuk seolah Viradouro.
“Saya senang karena saya suka berdansa, “aku Lira yang turut menguatkan pengakuan kedua orang tuanya seperti dikutip The Star. Sebelum Lira muncul nama Juliana Paes sebagai ratu dansa salah satu bintang terbesar opera sabun Brazil. Wanita itu juga pernah terpilih menjadi salah seorang diantara 100 perempuan tercantik. Kemudian Luma de Oliveira yang merupakan mantan penari eksotik.

  1. agen2agel
    20/02/2010 pukul 00:28

    masih banyak orang tua yang bermoral

  2. 19/02/2010 pukul 11:46

    untung orang tuanya masih sadar

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: